Tinggal Meninggal

Tinggal Meninggal: Pencarian Afeksi yang Absurd

Di tengah banjir film Indonesia yang sering mengandalkan romcom ringan atau horor jumpscare, Tinggal Meninggal: Pencarian Afeksi yang Absurd hadir sebagai terobosan segar. Film debut sutradara Kristo Immanuel ini tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025 dan langsung menuai pujian sebagai salah satu komedi orisinal terbaik tahun itu. Kini, sejak 1 Januari 2026, film ini sudah tersedia di Netflix—sempurna untuk ditonton santai di Phnom Penh, Fazila.

Bergenre dark comedy dengan durasi 120 menit, film ini juga dikenal dengan judul internasional Better Off Dead. Omara Esteghlal memerankan Gema dengan luar biasa, didukung Nirina Zubir, Mawar Eva de Jongh, Muhadkly Acho, dan jajaran cast solid lainnya. Naskah ditulis Kristo bersama istrinya, Jessica Tjiu, sehingga ceritanya terasa personal dan tajam.

Sinopsis Singkat Tinggal Meninggal (Tanpa Spoiler Besar)

Gema adalah pemuda pendiam dan penyendiri yang hampir tak terlihat di kehidupan sehari-hari. Di kantor, rekan kerjanya cuek; di rumah, ia sendirian. Semuanya berubah ketika ayahnya meninggal dunia. Tiba-tiba, orang-orang memberikan perhatian: ucapan duka, pelukan, dan kehangatan yang selama ini ia rindukan. Untuk pertama kalinya, Gema merasa diakui dan “ada”.

Namun, perhatian itu hanya sementara. Setelah masa duka berlalu, segalanya kembali dingin. Rasa hampa mendorong Gema ke pemikiran absurd: bagaimana jika “kematian” lain bisa mempertahankan kehangatan itu? Dari sini, cerita berkembang menjadi rangkaian kebohongan dan keputusan ekstrem yang lucu sekaligus getir. Film ini menyindir kultur sosial modern: betapa manusia haus validasi, tapi sering hanya muncul saat ada drama besar.

Mengapa Harus Nonton Film Tinggal Meninggal?

Tinggal Meninggal berhasil karena premisnya berani dan relatable. Kristo Immanuel menggabungkan humor hitam dengan drama psikologis tanpa terasa memaksa. Akting Omara Esteghlal menjadi sorotan utama—ia menghidupkan Gema sebagai karakter yang mengerikan sekaligus mengundang empati. Penonton sering tertawa, tapi kemudian merenung tentang isolasi sosial di era sekarang.

Selain itu, film ini kritis terhadap kebohongan sosial dan pencitraan. Salah satu kekuatannya adalah keberanian mengolok-olok bagaimana perhatian manusia sering bersifat sementara dan kondisional. Pacing cerita pas, visual sederhana tapi efektif, dan pesan mendalam disampaikan tanpa menggurui. Banyak reviewer menyebutnya sebagai refleksi kesepian orang dewasa yang segar dan menusuk.

Di IMDb, ratingnya mencapai 7.7/10 dari ribuan penonton, menunjukkan apresiasi luas. Bagi penggemar dark comedy seperti versi ringan dari Parasite atau humor absurd Indonesia, ini wajib tonton.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  • Premis orisinal dan satir tajam
  • Akting utama memukau, terutama Omara Esteghlal
  • Campuran tawa dan refleksi yang seimbang
  • Debut sutradara yang menjanjikan

Kekurangan:

  • Bagian awal terasa lambat bagi penonton yang suka aksi cepat
  • Elemen cringe dan absurd mungkin terlalu intens bagi sebagian orang

Secara keseluruhan, Tinggal Meninggal: Pencarian Afeksi yang Absurd membuktikan bahwa komedi Indonesia bisa menyentuh isu serius seperti kesepian tanpa kehilangan daya hibur. Film ini bukan sekadar lucu, tapi juga mengajak kita melihat diri sendiri dalam cermin sosial yang jujur.

Sudah streaming di Netflix sekarang—langsung putar dan rasakan sendiri campuran ngakak, getir, serta renungan mendalam. Kalau kamu suka film yang bikin mikir sambil tersenyum getir, ini pilihan tepat untuk malam ini!

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *